Artikel sebelumnya membahas bahwa “1 adalah sebuah spesifikasi kontrak”. Artikel ini turun satu lapis lebih dalam: setelah tahu spesifikasinya, sebenarnya berapa lot yang harus Anda buka?
Kesimpulannya dulu:
Bukan berapa yang ingin Anda buka, tetapi stop loss Anda yang menentukan berapa yang boleh Anda buka.
Dan hasil perhitungannya sering kali berlawanan dengan intuisi — dengan uang yang sama dan batas risiko yang sama, ganti instrumen saja, jumlah lot yang bisa dibuka bisa berbeda beberapa kali lipat.
Acuan Harga Pasar
Semua angka dalam artikel ini dihitung berdasarkan harga pasar 2026-08-18:
| Instrumen | Harga |
|---|---|
| EUR/USD | 1.157 |
| USD/JPY | 158.8 |
| XAU/USD | 4,400 |
Jika harga pasar berubah, perhitungannya harus diulang. Spesifikasi kontrak mengikuti pengumuman platform yang Anda gunakan.
Lapisan Pertama: Berapa Nilai 1 Lot
Pertama, konversikan “1 lot” menjadi nominal uang yang sebenarnya:
| Instrumen | Rumus | Nilai nosional |
|---|---|---|
| EUR/USD | 100,000 euro × 1.157 | 115,700 USD |
| USD/JPY | 100,000 USD | 100,000 USD |
| XAU/USD | 100 ounce × 4,400 | 440,000 USD |
Sama-sama mengetik 1, eksposur emas adalah 4.4 kali lipat dari USD/JPY. Ini adalah penerapan langsung dari rumus di artikel sebelumnya:
Nilai nosional = Jumlah lot × Spesifikasi kontrak × Harga
Lapisan Kedua: Saat Harga Bergerak Satu Tick, Berapa Untung-Rugi Anda
Nilai nosional memberi tahu Anda besarnya eksposur, tetapi yang benar-benar menentukan untung-rugi adalah nilai tick — setiap kali harga bergerak satu satuan terkecil, berapa untung-rugi untuk satu lot.
| Instrumen | Satu tick | Rumus | Nilai per tick |
|---|---|---|---|
| EUR/USD | 0.0001 | 0.0001 × 100,000 | $10.00 |
| USD/JPY | 0.01 | 0.01 × 100,000 ÷ 158.8 | $6.30 |
| XAU/USD | $1 | 100 ounce × $1 | $100.00 |
Sama-sama bergerak satu tick, emas adalah 10 kali lipat dari euro.
Kalimat ini adalah aritmetika, bukan penilaian. Ia tidak mengatakan emas lebih berbahaya, hanya mengatakan bahwa besaran pergerakan harga yang sama menghasilkan perubahan nominal yang berbeda — sehingga jumlah lot tidak boleh sekadar disalin.
Lapisan Ketiga: Dengan $10,000 Berapa Lot yang Bisa Dibuka
Inilah inti artikel ini. Balik urutannya: tentukan dulu berapa yang boleh rugi, baru hitung mundur jumlah lotnya.
Jumlah lot = Kerugian yang bisa ditanggung ÷ (Jarak stop loss × Nilai per tick)
Misalkan akun berisi 10,000 USD, dengan kerugian maksimum per transaksi 2%, yaitu 200 USD. Jarak stop loss diambil dari besaran yang umum untuk masing-masing instrumen (berikut ini adalah nilai asumsi, Anda harus menggantinya dengan pengaturan Anda sendiri):
| Instrumen | Jarak stop loss | Nilai per tick | Perhitungan | Lot yang bisa dibuka |
|---|---|---|---|---|
| EUR/USD | 30 tick | $10.00 | 200 ÷ (30 × 10) | 0.67 lot |
| USD/JPY | 40 tick | $6.30 | 200 ÷ (40 × 6.3) | 0.79 lot |
| XAU/USD | $20 | $100.00 | 200 ÷ (20 × 100) | 0.10 lot |
Euro 0.67 lot, emas 0.10 lot — selisihnya 6.7 kali lipat.
Akun yang sama, batas risiko yang sama, hanya berganti instrumen, dan jumlah lot yang bisa dibuka sudah berbeda sejauh itu. Jika Anda memakai jumlah lot yang sama untuk ketiga instrumen tersebut, artinya Anda menanggung risiko yang sama sekali berbeda pada dua di antaranya.
Satu Hal yang Berlawanan dengan Intuisi
Emas “hanya” dibuka 0.10 lot, terdengar sangat kecil. Tetapi nilai nosional posisi ini adalah:
0.10 × 100 ounce × 4,400 = 44,000 USD
Yaitu 4.4 kali lipat dari nilai akun. Lot yang kecil tidak berarti eksposurnya kecil.
Margin yang Muat Tidak Berarti Risikonya Muat
Diperkirakan berdasarkan batas ritel ESMA (pasangan mata uang utama 30:1, emas 20:1), total margin untuk ketiga posisi di atas sekitar 7,400 USD, sehingga akun berisi 10,000 USD masih “muat”.
Tetapi muat bukan berarti boleh dipakai penuh. Margin menentukan apakah Anda bisa membuka posisi, stop loss menentukan berapa kerugian yang bisa Anda tanggung — ini dua hal yang berbeda. Menjadikan margin sebagai batas atas posisi sama saja dengan mengelola risiko memakai angka yang tidak ada hubungannya dengan risiko.
Bacaan lanjutan: Satu Lot Itu Berapa? Lembar, Kontrak, Lot — Apa Sebenarnya Arti Angka 1 di Kotak Order
Bagaimana Melakukannya dalam Praktik
Setiap kali berganti instrumen, jalankan lagi tiga langkah ini:
- Cek nilai tick: berapa pergerakan minimum instrumen ini, dan berapa nilainya jika satu lot bergerak satu tick
- Tetapkan stop loss: di mana stop loss transaksi ini ditempatkan, berapa tick jaraknya dari harga masuk
- Hitung mundur jumlah lot: kerugian yang bisa ditanggung ÷ (jarak stop loss × nilai per tick)
Angka yang keluar biasanya lebih kecil daripada yang semula ingin Anda buka. Itu bukan sikap konservatif, itu adalah mengubah risiko menjadi angka yang sudah Anda tentukan sebelumnya, bukan angka yang baru Anda sadari setelah kejadian.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung lot yang benar?
Hitung mundur dengan “kerugian yang bisa ditanggung ÷ (jarak stop loss × nilai per tick)”. Tentukan dulu berapa maksimum kerugian pada transaksi ini, lalu lihat jarak stop loss dan nilai tick instrumen tersebut; hasil perhitungan itulah jumlah lot yang seharusnya Anda gunakan.
Mengapa dengan uang yang sama, jumlah lot pada instrumen berbeda tidak sama?
Karena nominal yang sepadan dengan “pergerakan satu tick” berbeda untuk setiap instrumen. Dihitung dengan harga pasar 2026-08, satu lot EUR/USD bergerak satu tick bernilai 10 USD, sedangkan satu lot XAU/USD bergerak satu dolar bernilai 100 USD — selisihnya 10 kali lipat, sehingga dengan batas kerugian yang sama jumlah lot yang bisa dibuka pun berbeda jauh.
Berapa risiko yang sebaiknya diambil per transaksi?
Artikel ini memakai 2% sebagai contoh; ini adalah patokan diskusi yang umum, bukan angka yang disarankan. Rasio sebenarnya bergantung pada modal, frekuensi trading, dan karakteristik strategi Anda, dan harus Anda tentukan sendiri.
Bagaimana cara mengecek pip value (nilai tick)?
Pada halaman spesifikasi instrumen di platform trading biasanya tercantum “satuan pergerakan minimum” dan “nilai tick”. Spesifikasi untuk instrumen yang sama bisa berbeda antar platform, jadi ikuti pengumuman platform yang Anda gunakan.
Kalau margin cukup, apakah boleh membuka posisi sebesar-besarnya?
Tidak boleh. Margin menentukan apakah Anda bisa membuka posisi, stop loss menentukan berapa kerugian yang bisa Anda tanggung. Margin yang muat tidak berarti risikonya muat — yang menentukan jumlah lot seharusnya stop loss, bukan margin.
Penutup
Artikel sebelumnya berkata “sebelum mengetik 1, lihat dulu spesifikasinya”, artikel ini berkata “setelah membaca spesifikasinya, hitung dulu jumlah lotnya”.
Kedua hal itu digabungkan barulah menjadi satu pemeriksaan lengkap sebelum membuka order. Arah boleh saja salah, itu soal probabilitas; tetapi jumlah lot yang salah hitung berarti setiap transaksi dibangun di atas acuan yang keliru.
Hitung dulu, baru buka order.
Pengungkapan Risiko: CFD merupakan produk keuangan berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kerugian dana secara cepat. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan; seluruh strategi dan backtest hanya bersifat referensi dan bukan merupakan saran investasi. Sebelum melakukan trading, harap pahami sepenuhnya Ketentuan Pengungkapan Risiko perusahaan kami.

