61+ kali dilihat

Apa Itu Short Selling? Harga Turun pun Bisa Untung, Kenapa Risikonya Justru Lebih Besar

Berita mengatakan sebuah instrumen sudah turun berhari-hari, tetapi teman Anda malah bilang: “Gelombang ini saya untung.”

Dia tidak membeli dulu, melainkan menjual dulu.

Kalau harga turun pun bisa untung, apakah short selling lebih mudah menghasilkan uang?

Tidak. Arahnya dibalik, dan bentuk risikonya pun ikut terbalik.

Ini adalah artikel kesembilan dari seri “Akademi Trading · Praktik untuk Pemula” MASQuant. Delapan artikel sebelumnya membahas spesifikasi kontrak, ukuran lot, leverage, stop loss, spread, biaya swap, margin call dan likuidasi paksa ketika margin tidak cukup, serta tiga cara memasang order; sebagian besar contohnya berdiri di sisi “membeli dulu”. Artikel ini pindah ke sisi lainnya: short selling, yaitu menjual dulu.

Kesimpulannya Dulu

Short selling berarti menjual dulu, lalu membeli kembali untuk menutup posisi: harga turun menguntungkan, harga naik merugikan.

Posisi beli paling banyak rugi sampai harga menjadi nol; kerugian short selling secara teori tidak memiliki batas atas — tentukan stop loss sebelum masuk posisi.

Apa itu short selling: jual dulu, beli kembali kemudian

Short selling (juga disebut short atau posisi jual; dalam bahasa Inggris Short) berarti menjual lebih dulu, lalu membeli kembali untuk menutup posisi (menyelesaikan posisi yang sedang dipegang). Kebalikannya adalah posisi beli (Long) yang sudah biasa dikenal: membeli dulu, lalu menjual kemudian.

Sebagai perumpamaan: Anda meminjam sebuah buku dari teman lalu langsung menjualnya, kemudian setelah harga buku turun Anda membeli satu lagi untuk mengembalikannya, dan selisihnya menjadi milik Anda; kalau harga buku justru naik, Anda tetap harus membelinya kembali untuk dikembalikan, dan selisihnya harus Anda tutup sendiri.

Posisi beli (beli dulu) Short selling (jual dulu)
Harga turun Rugi Menguntungkan
Harga naik Menguntungkan Rugi

Perumpamaan meminjam buku paling mirip dengan saham. Cara melakukan short berbeda di setiap pasar: di CFD dan forex, cukup tekan “Jual” untuk membuka posisi jual (posisi short); di saham harus melalui peminjaman saham (meminjam saham dari broker untuk dijual, dengan aturan syarat, kuota, dan sebagainya); di futures, Anda bisa langsung menjual untuk membuka posisi jual.

Harga apa yang dipakai posisi jual untuk masuk dan menutup posisi

Artikel kelima 〈Apa Itu Spread?〉 sudah menjelaskan bahwa kuotasi memiliki dua harga: Anda membeli di harga beli (Ask) yang lebih tinggi, dan menjual di harga jual (Bid) yang lebih rendah. Posisi jual kebalikan dari posisi beli: posisi jual dibuka di harga Bid, dan saat ditutup dibeli kembali di harga Ask; untung rugi mengambang juga dihitung dari harga Ask.

Jadi begitu masuk posisi, akun Anda tetap langsung berkurang satu spread — arahnya berganti, tetapi spread tetap harus dibayar. Stop loss posisi jual juga dipicu oleh harga Ask, jadi berhati-hatilah terutama saat spread tiba-tiba melebar.

Kenapa risikonya justru lebih besar: kerugiannya tidak memiliki batas atas

Kalau membeli di 100, skenario terburuknya adalah harga turun sampai 0. Harga instrumen pada umumnya tidak turun di bawah nol, jadi posisi beli paling banyak kehilangan seluruh harga masuk.

Kalau short di 100, harga paling jauh hanya turun sampai 0, jadi short selling paling banyak untung sebesar seluruh harga masuk; tetapi ke atas tidak ada plafon. Secara teori harga bisa terus naik, dan biaya untuk membeli kembali pun ikut terus membesar.

Kerugian posisi beli ada dasarnya, kerugian short selling tidak ada plafonnya.

Contoh yang mudah dihitung

(Ini angka bulat untuk ilustrasi, bukan data pasar; belum termasuk leverage dan biaya transaksi)

Short 1 unit di 100, untung rugi posisi jual = harga masuk − harga saat ini:

Harga menjadi Untung rugi posisi jual Pembanding: beli di 100
0 +100 (paling banyak untung sebesar ini) −100 (paling banyak rugi sebesar ini)
90 +10 −10
130 −30 +30
200 −100 +100
300 −200 +200

Naik ke 200, posisi jual rugi 100, sudah sama dengan seluruh kerugian posisi beli dalam skenario terburuknya; naik ke 300 rugi 200, dua kali harga masuk. Selama harga masih naik, angka ini tidak akan berhenti.

Ilustrasi abstrak: di bagian bawah gambar ada pijakan tanah yang kokoh, di atasnya seberkas cahaya menjulang ke atas dan memudar tanpa terlihat ujungnya, melambangkan bahwa kerugian posisi beli ada dasarnya, sedangkan kerugian short selling tidak memiliki batas atas

Dalam praktiknya: margin call dan likuidasi paksa datang lebih dulu

Contoh di atas belum memperhitungkan leverage. Saat benar-benar trading dengan leverage dan kerugian membesar sampai margin hampir tidak sanggup menahan, platform biasanya lebih dulu mengirim margin call (Margin Call, meminta Anda menambah dana atau mengurangi posisi), dan kalau tetap tidak ditangani, akan terjadi likuidasi paksa (Stop Out, platform langsung menutup posisi) — artikel ketujuh 〈Apa Itu Akun Jebol (Kena MC)?〉 membahasnya secara rinci.

Tetapi likuidasi paksa bukan stop loss: itu adalah platform yang menanggung rugi atas nama Anda untuk keluar dari posisi, dan di mana posisi itu berhenti bukan Anda yang menentukan; saat pasar gap (harga langsung melompati satu rentang tanpa ada transaksi di antaranya), harga penutupan bahkan bisa lebih buruk. Artikel ketiga mengatakan margin bukan stop loss, dan untuk posisi jual hal ini harus lebih diingat lagi.

Karena itu stop loss jauh lebih penting untuk posisi jual. Cara memasangnya sama seperti artikel keempat 〈Bagaimana Cara Menentukan Stop Loss?〉, yaitu di tempat Anda terbukti salah: kalau Anda short sedikit di bawah titik tertinggi gelombang sebelumnya dengan alasan titik tertinggi itu akan menahan harga, pasang stop loss sedikit di atas titik tertinggi tersebut.

Tiga hal lain yang perlu diperhatikan saat short selling

1. Posisi jual juga dikenai biaya swap

Artikel keenam sudah menjelaskan bahwa posisi yang melewati waktu penyelesaian harian akan dikenai satu kali biaya swap (Swap). Posisi jual juga sama: bisa membayar, bisa juga menerima, dan tidak selalu sama dengan posisi beli pada instrumen yang sama; angkanya bisa dilihat di Swap short pada spesifikasi instrumen.

2. Short pada instrumen saham harus membayar penyesuaian dividen saat ex-dividen

Ex-dividen adalah hari ketika perusahaan membagikan dividen tunai dan harga saham dikurangi sebesar dividen tersebut. Posisi beli biasanya menerima penyesuaian yang setara dengan dividen, sedangkan posisi jual biasanya harus membayar sejumlah uang yang setara dengan dividen. Sebagian besar platform melakukan penyesuaian dividen; cara perhitungan dan waktu pemotongannya mengikuti ketentuan platform.

3. Short squeeze

Ketika banyak orang melakukan short pada saat yang sama, begitu harga naik, stop loss dan likuidasi paksa terpicu satu per satu; cara keluar dari posisi jual adalah “membeli kembali”, dan semakin banyak yang membeli, harga makin terdorong naik, memicu lebih banyak posisi jual untuk keluar. Reaksi berantai ini disebut short squeeze (Short Squeeze), dan harga bisa melonjak tajam dalam waktu yang sangat singkat.

Kesalahan umum

1. Merasa “sudah naik sebanyak itu, pasti akan turun”, lalu short melawan tren tanpa stop loss

Melawan tren berarti bertransaksi berlawanan dengan arah tren saat ini. Naik banyak tidak berarti setelah ini akan turun; kalaupun turun, tidak ada yang tahu akan naik berapa banyak lagi sebelum itu. Tidak memasang stop loss sama saja dengan menyerahkan keputusan “paling banyak rugi berapa” kepada pasar.

2. Lupa bahwa posisi jual juga dikenai biaya swap

Hanya melihat berapa jauh harga sudah turun, tanpa menghitung biaya swap yang diselesaikan selama beberapa hari posisi dipegang, atau apakah ada ex-dividen di periode itu. Semakin lama dipegang, semakin tidak boleh terlewat.

3. Menganggap short selling sebagai cara cari uang yang lebih mudah

Short selling hanya membalik arah; sulitnya membaca pasar tidak berkurang, dan bentuk risikonya justru lebih tidak menguntungkan. Ini bukan cara yang lebih baik atau lebih buruk, melainkan alat lain dengan bentuk risiko yang berbeda — sebelum menggunakannya, pastikan Anda sanggup menanggung risikonya.

Membuka dan menutup posisi jual di MT5

  1. Membuka posisi jual: di jendela kuotasi (Market Watch, pintasan Ctrl+M), klik kanan instrumen lalu pilih order baru (New Order), atau tekan F9; pilih ukuran lot, lalu tekan jual di harga pasar (Sell by Market).
  2. Pasang stop loss dan take profit: stop loss posisi jual dipasang di atas harga masuk, take profit di bawah, kebalikan dari posisi beli.
  3. Menutup posisi: di tab Trade pada Toolbox (Ctrl+T), klik kanan posisi sell ini lalu pilih tutup posisi (Close Position); platform akan membelinya kembali di harga Ask.
  4. Perhatikan mode akun: pada akun mode hedging (Hedging), menekan “Beli” sekali lagi akan membuka posisi beli baru, bukan menutup posisi jual; hanya pada mode netting (Netting) keduanya saling meniadakan. Kalau tidak yakin akun Anda yang mana, tanyakan ke platform Anda.

Pertanyaan umum

Apa itu short selling?

Short selling (juga disebut short) adalah cara bertransaksi dengan menjual lebih dulu, lalu membeli kembali untuk menutup posisi; harga turun menguntungkan, harga naik merugikan. Di CFD dan forex cukup menjual untuk membuka posisi jual; di saham harus melalui peminjaman saham; di futures bisa langsung menjual untuk membuka posisi jual.

Kenapa kerugian short selling disebut tidak memiliki batas atas?

Posisi beli paling banyak rugi sampai harga menjadi nol; short selling harus dibeli kembali kemudian, sedangkan secara teori harga bisa terus naik, sehingga biaya membeli kembali tidak memiliki batas atas. Kalau memakai leverage, margin call dan likuidasi paksa akan datang lebih dulu, tetapi itu bukan stop loss, dan saat terjadi gap harga penutupannya bisa lebih buruk.

Harga apa yang dipakai posisi jual untuk masuk dan menutup posisi?

Posisi jual masuk di harga Bid, dan saat ditutup dibeli kembali di harga Ask; untung rugi mengambang juga dihitung dari harga Ask, jadi begitu masuk posisi akun Anda tetap langsung berkurang satu spread. Stop loss dan take profit juga dipicu oleh harga Ask.

Apakah short selling juga dikenai biaya swap?

Posisi jual juga dikenai biaya swap, bisa membayar, bisa juga menerima; lihat Swap short pada spesifikasi instrumen. Short pada instrumen saham yang menemui ex-dividen biasanya harus membayar penyesuaian setara dividen, sesuai ketentuan platform.

Bagaimana cara membuka dan menutup posisi jual di MT5?

Di jendela kuotasi (Market Watch, Ctrl+M), klik kanan instrumen lalu pilih order baru (New Order) atau tekan F9, lalu tekan jual di harga pasar (Sell by Market) untuk membuka posisi jual; untuk menutupnya, klik kanan di tab Trade pada Toolbox (Ctrl+T) lalu pilih tutup posisi (Close Position). Pada akun mode hedging (Hedging), menekan beli lagi akan membuka posisi beli baru, bukan menutup posisi jual.

Penutup

Artikel pertama mengatakan lihat spesifikasi dulu, artikel kedua mengatakan hitung ukuran lot dulu, artikel ketiga mengatakan margin bukan stop loss, artikel keempat mengatakan pasang stop loss di tempat Anda terbukti salah, artikel kelima mengatakan langsung minus begitu masuk posisi itu normal, artikel keenam mengatakan kalau menahan posisi semalam hitung biaya swap-nya, artikel ketujuh mengatakan jangan biarkan likuidasi paksa datang lebih dulu daripada stop loss, artikel kedelapan mengatakan pikirkan dulu apakah order ini butuh eksekusi atau harga. Artikel ini pindah ke arah yang lain: short selling.

Short selling memberi kesempatan untung saat harga turun, tetapi bukan cara yang lebih mudah: keuntungannya paling banyak sampai harga menjadi nol, sedangkan kerugiannya secara teori tidak memiliki batas atas.

Ingat short selling seperti ini: posisi beli paling banyak rugi sampai nol, kerugian short selling tidak ada batasnya — stop loss posisi jual harus dipasang sebelum masuk posisi.

Pengungkapan risiko: CFD adalah produk keuangan berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kehilangan dana dengan cepat. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan; semua strategi dan backtest hanya sebagai referensi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kerugian short selling secara teori tidak memiliki batas atas; bisa atau tidaknya melakukan short, serta aturan margin, biaya swap, dan penyesuaian dividennya, berbeda menurut platform, instrumen, dan jenis akun. Sebelum bertransaksi, harap pahami sepenuhnya Ketentuan Pengungkapan Risiko kami.

Bacaan lanjutan:

Tulis komentar